Cadangan Makanan Anak Ayam Sebelum Menetas Adalah

Cadangan Makanan Anak Ayam Sebelum Menetas Adalah – AYAM AYAM Tempat penetasan biasanya berupa peternakan, jika di luar peternakan sebaiknya tidak terlalu jauh, karena beresiko.

Memperkenalkan tema: “MENCARI AYAM Lokasi biasanya di pekarangan, kalau bukan pekarangan jangan terlalu jauh karena resikonya.” — Penyajian informasi:

Cadangan Makanan Anak Ayam Sebelum Menetas Adalah

1 PENETASAN AWAL Lokasi hatchery biasanya farm, jika diluar farm sebaiknya tidak terlalu jauh karena bahaya transportasi telur tetas. Dekat dengan pelanggan Transportasi yang baik (jalan raya) Dekat dengan penetasan telur Kapasitas penetasan rendah (telur), sedang (telur), tinggi (lebih dari telur) . Merk Inkubator : Chick Master, Jamesway, Horizon, dll. Alat penetasan antara lain : Setter, Hatcher, Peralatan : Trolley, Egg Tray, Hatcher, Candling tool, Cardboard box, Sprayer.

Buku Siswa Ipa Kelas 9 Smt 1_compressed 69 144

2 Inkubator dibagi menjadi dua bagian, setter (ruang inkubasi) dan hatcher (ruang inkubasi). Tujuan pemisahan adalah : 1. Pisahkan ruangan dari kotoran, debu, lumut, bakteri. 2. Setelah mengeluarkan chick, hatcher akan langsung dibersihkan tanpa mengganggu hatcher. 3. Suhu dan kelembapan di dalam positioner berbeda dengan di dalam hatcher. 4. Tempat penetasan memiliki rak telur yang berbeda dengan tempat penetasan. Rak Telur Broodmaster mungkin berisi informasi baru. Tempat penetasan Sebelum membangun tempat penetasan, harus dibuat denah lantai: Penyediaan layanan agar informasi yang baik dapat dihasilkan Keputusan tentang teknologi Keputusan tentang area av memiliki tugas bekerja sebagai proyek biosekuriti.

3 Untuk mencapai efisiensi tinggi dan memastikan kebersihan, rumah mengalirkan air ke satu arah (telur bergerak ke satu arah), dari kamar bersih ke kamar kotor. 1. Ruang pengasapan Telur dari peternakan segera masuk ke ruangan ini dan difumigasi dengan kekuatan 1-3 kali lipat. Sopir baru saja melaju ke pintu. Ruang penyortiran ke-2 Setelah pengasapan, telur-telur tersebut disortir kembali berdasarkan: keamanan cangkang, berat, kebersihan, kualitas, kondisi cangkang (lunak, kasar). Setelah telur dipetik, masukkan ke dalam egg placer. 3. Ruang telur Telur yang tidak diletakkan langsung di ruang induk disimpan di ruang dingin. Pada titik ini, orang pertama terjebak di luar.

4 4. Pemanasan ruangan. Sekitar 6-8 jam sebelum dimasukkan ke dalam setter, telur dikeluarkan dari ruang penyimpanan pada suhu C. Ruang ini berada di sebelah inkubator, tujuannya untuk menaikkan suhu secara bertahap agar telur tidak berpengaruh. syok fisiologis. 5. Unit penyimpanan (setter dan breeder) Setter dan breeder harus dipasangkan tetapi tetap dijaga kebersihannya. Mengangkut telur dari hatchery ke hatchery seharusnya mudah. Ada juga meja lilin di perapian dengan cahaya yang kuat. Lantai pabrik dan pabrik terbuat dari bahan tahan air (keramik) yang mencegah kelembaban. Ukuran ruangan tergantung pada tingkat penetasan. Terdapat saluran air tertutup di depan lampu dan kap mesin sehingga air kotor dapat mengalir keluar selama pembersihan.

5 Jarak antara setter dan breeder adalah 3m, yang meningkatkan sirkulasi udara. Jarak antara mesin dan tembok sekitar 60 cm. Untuk telur, inkubator harus memiliki kepadatan udara 57 m3 per jam dan inkubator dengan kapasitas 370 m3 per jam. 6. Ruang pelayanan anak ayam Digunakan untuk pemilihan bahan, pemotongan paruh, jenis vaksin dan pengemasan. Suhu ideal di dalam ruangan adalah 22°C dan kelembapan 60%. 7. Membersihkan ruangan Setelah menetaskan anak ayam dan rak telur dari hatchery ke hatchery, rak telur perlu dibersihkan. Pembersihan dilakukan dengan sabun dan desinfektan. 8. Peralatan penyimpanan: untuk menyimpan kotak, suku cadang mesin. 9. Ruang manajemen induk: informasi manajemen telur, informasi induk, dll

Alternatif Cek Info Gtk Melalui Web Dapodik Dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id (video)

6 10. Ruang untuk staf Untuk menjaga kebersihan, staf di kamar mandi tidak diperbolehkan keluar masuk hotel, sehingga harus ada ruang makan, ruang istirahat dan kamar mandi. Menentukan pengaturan waktu : Sebelum bertelur di hatchery, rencanakan waktu penetasan (sore, pagi, sore) karena berkaitan dengan waktu penetasan penetasan dan pengiriman DOC. Idealnya, DOC akan sampai ke agen 12 jam setelah menetas. Waktu bertelur rata-rata adalah 500 jam (jam), tergantung dari ukuran telur, lama penyimpanan, saringan, kesehatan dan umur induk. Contoh : Jadwal pengundian ayam sore tanggal 25 Juni – maka lokasi selesai : Tanggal 5 Juni (20 hari x 24 jam) = 480 jam + 20 jam yaitu WIB.

7 Telur Tetas Ditempatkan: Telur tetas yang ditempatkan di Egg Setter ditempatkan di pendingin pada titik terpanjang. Setiap kereta induk harus mengangkut telur dari anak ayam dengan usia yang sama dari satu kandang. Setiap sampel telur diberi nomor kandang, kawanan, jenis, tanggal lahir. Tentukan rencana penetasan Tentukan rencana penetasan berdasarkan kapasitas penetasan dan kebutuhan pelanggan. Jadwal beternak ayam bisa dilakukan seminggu sekali, seminggu dua kali, atau 10 hari sekali. Contoh: Penumpuk memiliki 12 kompartemen. Jika berencana memelihara anak ayam dua kali seminggu, maka akan dipelihara 6 anak ayam selama 21 hari, artinya setiap tempat terdiri dari 2 lapis egg tray. Jika anak ayam dipelihara setiap minggu, berarti setiap tempat terdapat 4 butir telur.

8 Operasi Penetasan Ada banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembuatan inkubator: suhu, kelembaban, aliran udara, posisi dan perputaran (rotasi) telur, x-ray, nesters dan breeder. Suhu Penetasan: Embrio akan tumbuh bila diinkubasi pada suhu ideal. Set mesin memiliki suhu 37,3-38,3 derajat C (98,6-100,4 derajat F), sebaiknya 99,5 derajat F. Jika suhu lebih rendah dari normal, akan menghambat perkembangan embrio. Terlalu banyak panas akan membunuh embrio. Termometer sering digunakan untuk mengontrol suhu di lingkungan yang stabil.

9 Penentuan Kelembaban: Kelembaban (RH) dalam Setter hingga usia 18 hari adalah sekitar 50-60%. Terlalu sedikit air akan menyebabkan telur cepat menguap. Dalam kelembaban tinggi, itu menghambat penguapan telur. Kehilangan telur selama periode bertelur (18-19 hari) adalah 10,5%. Ketika telur berada di dalam hatcher, kelembapan secara bertahap meningkat menjadi 65%, dan pada puncak penetasan telur menjadi 75%, diikuti penurunan suhu 0,3-1,0 °C di dalam hatcher. Fungsi inkubator menyediakan oksigen dan menghilangkan efek metabolisme CO2. Telur menetas dengan baik bila kadar oksigen dalam inkubator sekitar 21% atau sekitar 8,5 m3 udara per 1000 telur per jam pada suhu udara 24-7 derajat C. Daya tetas berkurang 5% untuk setiap 5% lebih sedikit O2. . Gas CO2 yang dapat dihindari adalah 0,5%. C) 2 kadar udara di atas 2% mengurangi daya tetas.

Kelas 9 Ipa Bs Sem1 Press

10 Perbaiki posisi telur dan putar telur (rotate) Terdapat ruang udara (air chamber) di ujung telur. Ruang udara dalam telur yang baru terbentuk berukuran kecil dan mengembang seiring bertambahnya usia telur. Embrio terbentuk dengan kepalanya di dekat airbag pada hari inkubasi. Saat kebutuhan oksigen meningkat menjelang akhir penetasan, kepala embrio membuka selubungnya dari bantalan udara. Membalikkan bagian tumpul mengurangi daya tetas hingga 10%. Putar telur di setter 3-5 kali sehari hingga hari ke-18 kehidupan. Tujuan rotasi adalah untuk mencegah embrio menempel pada membran cangkang. Perputaran tersebut terjadi dengan mengubah posisi telur melalui derajat kemiringannya.

11 Pemeriksaan dan penggantian oosit Saat oosit berumur 18 hari, dilakukan tes untuk mengidentifikasi oosit yang dibuahi dan oosit yang tidak dibuahi. X-ray untuk mengetahui kesuburan setiap hewan. Telur yang telah dibuahi dipindahkan ke pot dan ditempatkan di inkubator hingga menetas. Mencabut Anak Ayam Proses mengeluarkan DOC dari breeder disebut dengan menarik anak ayam. DOC dapat dikurangi saat dokumen sudah kering dan dikirim ke ruangan yang dipilih. Alat penetasan termasuk Hatchling Charts, Sexers, Bins, Culls, Selection and Distribution: Dirancang untuk memilih tukik dan pemusnahan yang dapat dipasarkan. DOC yang ditolak adalah orang cacat seperti berkaki tiga, buta, botak, paruh bengkok, lumpuh, kaki kering, radang otak, DOC yang baik segera dimasukkan ke dalam kotak, semua kotak memiliki 102 ekor.

12 Vaksinasi Marek Sebelum dikirim ke peternak, dokter harus memvaksinasi Marek’s, biasanya dengan kombinasi Marek’s Rispent dan HVT. Pengelolaan limbah Bila daya tetas telur 85%, berarti limbah penetasan mengandung 15% telur yang tidak dibuang dan telur ayam yang dibuang, bulu, kotoran telur segera dikeluarkan dari area bertelur, bulu halus dibersihkan dengan penyedot debu, kemudian dengan semprotan dan kemudian disemprot dengan disinfektan. Pengiriman DOC (Pengiriman Anak Ayam) DOC mengemas 102 ekor ayam per kotak dan kemudian memindahkannya ke kandang jauh. Pengiriman di pagi atau sore hari untuk menghindari tekanan darah tinggi karena menyebabkan dehidrasi. Transportasi dilengkapi dengan kipas angin dan transportasi memakan waktu tidak lebih dari 12 jam. Semua pengiriman berisi tanggal lahir, informasi berat, informasi tambahan, jenis kelamin.

Beberapa faktor mempengaruhi tingkat penetasan: Tingkat pembuahan Kesuburan telur tergantung pada kemampuan induk ayam untuk membuahi induk ayam. Selain kesehatan pejantan, rasio ayam jantan dan betina juga harus diperhatikan. Rasio ideal jantan dan betina untuk bertelur adalah 1:11 dan 1:8 untuk ayam pedaging. Kesuburan juga dipengaruhi secara berbeda oleh usia orang tua, obesitas wanita, waktu penyimpanan telur, kekurangan vitamin A, B, C atau E, dan penyakit atau stres orang tua. Berbagai faktor genetik yang mempengaruhi daya tetas adalah: a. Perkawinan sedarah: Persilangan ayam dengan keturunan yang dipilih dengan buruk mengurangi daya tetas. b. Persilangan dan pemuliaan: Persilangan benih murni atau pembiakan benih murni membawa hasil yang baik.

Cara Untuk Menetaskan Telur Ayam

14c satu. gen kematian i

Bagikan:

Leave a Comment