Cara Beli Saham dan Tips Investasinya untuk Pemula

Cara beli saham penting diketahui oleh investor dengan baik, khususnya bagi para pemula. Hal ini termasuk juga panduan cara investasi dan tips-tips menjalankannya. Berikut akan dijelaskan tentang cara membeli saham dan tips untuk investasi saham bagi pemula.

Panduan Lengkap Cara Investasi Saham untuk Pemula

Semua orang yang memiliki modal dapat melakukan investasi saham, termasuk para pemula. Investasi saham untuk pemula caranya tergolong cukup mudah. Agar lebih jelas, simak cara-cara untuk melakukan investasi saham berikut ini.

Menentukan Perusahaan Sekuritas

Sebelum memulai investasi saham, hal yang pertama dilakukan adalah menentukan perusahaan sekuritas mana yang akan Anda gunakan untuk melakukan transaksi saham. Perusahaan sekuritas akan membantu Anda dalam pembukaan rekening dan melakukan transaksi jual beli saham.

Agar investasi yang Anda lakukan lebih aman, pilihlah perusahaan sekuritas yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Contoh perusahaan sekuritas yang dapat menjadi pilihan diantaranya Mirae Asset Sekuritas (YP), Mandiri Sekuritas (CC), Indo Premier Sekuritas (PD) dan sebagainya.

Membuka Rekening Dana Nasabah

Setelah memilih perusahaan sekuritas yang tepat, cara selanjutnya yang dapat dilakukan yaitu membuka Rekening Dana Nasabah (RDN). Dengan membuka Rekening Dana Nasabah, cara beli saham di perusahaan sekuritas yang sebelumnya dipilih akan jauh lebih mudah.

Langkah pertama dalam membuka Rekening Dana Nasabah yaitu dengan menyiapkan berkas atau dokumen yang diperlukan. Syarat membuka Rekening Dana Nasabah diantaranya KTP/Paspor, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), materai, dan dokumen pendukung lainnya.

Jangan lupa untuk membuka Rekening Dana Nasabah ke perusahaan yang Anda pilih sebelumnya. Pembukaan Rekening Dana biasanya dapat dilakukan secara online (dalam jaringan) ataupun offline (luar jaringan). Isilah formulir beserta data lainnya sesuai dengan kebutuhan pendaftaran.

Jika proses pembukaan rekening selesai, langkah selanjutnya yaitu menyetorkan sejumlah dana sebagai deposito awal ke Rekening Dana Nasabah. Setiap perusahaan sekuritas memiliki jumlah setoran awal yang berbeda-beda, biasanya mulai dari Rp 100 ribu sampai Rp 3 juta.

Memilih Jenis Saham

Setelah mempunyai deposit di Rekening Dana Nasabah, pilihlah saham yang ingin Anda beli. Cara beli saham disini juga menggunakan aplikasi yang telah disediakan oleh perusahaan sekuritas. Pilihlah saham yang sesuai dengan kemampuan finansial Anda.

Sebelum Anda memutuskan untuk membeli suatu saham di suatu perusahaan, sebaiknya baca terlebih dahulu track record perusahaan tersebut minimal 10 tahun terakhir. Rekam jejak (track record) sebelumnya akan menunjukkan kinerja suatu perusahaan tersebut.

Apabila Anda memilih investasi jangka panjang, sebaiknya beli saham yang berasal dari perusahaan dengan nilai fundamental yang baik. Sebagai investor pemula, sebaiknya Anda memilih saham Blue Chip. Memilih saham juga harus mempertimbangkan jumlah deposito yang Anda miliki.

Saham Blue Chip merupakan saham dari suatu perusahaan yang sudah terjamin memiliki reputasi yang baik. Dengan memilih saham Blue Chip untuk investasi jangka panjang, Anda akan terhindar dari kerugian karena nilai saham cenderung naik setiap tahunnya.

Melakukan Pemantauan Pasar

Setelah berhasil membeli saham melalui cara di atas, lakukan pemantauan terhadap kondisi pasar saham secara rutin. Belilah saham kembali dengan cara diversifikasi saham jika nilai pasarnya sedang turun agar memperoleh keuntungan yang maksimal.

Tips Investasi Saham untuk Pemula

investasi saham harus diikuti dengan pengetahuan tentang saham yang baik agar bisa memperoleh keuntungan. Sebelum memutuskan untuk membeli saham, sebaiknya simak tips-tips investasi saham berikut, khususnya bagi pemula agar menghasilkan keuntungan yang maksimal.

Pilih Perusahaan Sekuritas yang Memiliki Biaya Transaksi Kecil

Pada setiap transaksi saham yang Anda lakukan, perusahaan sekuritas akan selalu memungut biaya dengan nilai yang berbeda-beda. Ketika melakukan pembukaan Rekening Dana Nasabah, usahakan untuk memilih perusahaan sekuritas yang memiliki biaya transaksi kecil.

Biaya transaksi yang dipungut oleh perusahaan sekuritas beragam, mulai dari 0,15% – 0,19% untuk biaya pembelian dan 0,20% – 0,29% untuk biaya penjualan. Dengan memilih biaya transaksi yang kecil, maka keuntungan yang akan Anda dapatkan jauh lebih besar.

Namun, faktor lain juga harus diperhatikan. Biasanya, biaya transaksi yang cukup tinggi diimbangi dengan kualitas pelayanan yang baik. Jangan sampai memilih biaya transaksi paling kecil namun pelayanannya tidak baik. Pilihlah biaya transaksi saham yang sesuai dengan keuangan Anda.

Pilih Saham Blue Chip

Bagi pemula, sebaiknya Anda memilih saham Blue Chip. Saham ini sudah memiliki reputasi yang baik dan pendapatannya stabil bahkan cenderung meningkat setiap tahun. Dengan investasi saham Blue Chip jangka panjang, maka Anda akan mendapatkan keuntungan yang stabil.

Daftar saham Blue Chip sebagian besar berasal dari Perbankan. Namun, jika merasa saham perbankan terlalu mahal, Anda dapat beralih ke saham Customer Goods. Beberapa saham yang termasuk Customer Goods ada yang harganya terjangkau sesuai dengan kemampuan Anda.

Beli Saham BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan sebuah instansi yang menyediakan layanan dan memfasilitasi untuk kegiatan jual dan beli saham. Cara beli saham yang tidak kalah penting bagi pemula yaitu memastikan bahwa saham yang akan dibeli sudah terdaftar di BEI.

Saham yang terdaftar di BEI dapat Anda lihat secara lengkap profilnya di web resmi BEI. Pastikan bahwa saham yang akan Anda beli memiliki profil yang baik.

Lakukan Diversifikasi Saham

Maksud dari diversifikasi saham yaitu menanam modal untuk saham ke beberapa instrumen investasi. Cara investasi saham pemula ini penting dilakukan untuk melindungi Anda dari kerugian yang besar.

Misalnya, jika salah satu saham Anda sedang turun setidaknya ada saham lain yang dapat menghasilkan keuntungan. Dengan demikian, Anda akan tetap memperoleh keuntungan.

Beli Saham Ketika Harga Turun

Beberapa pelaku investasi pemula biasanya menghindari untuk membeli saham ketika harganya sedang turun agar terhindar dari kerugian. Hal tersebut tidak salah, namun tidak sepenuhnya memiliki kebenaran.

Pasalnya, beberapa saham justru akan kembali naik bahkan lebih tinggi setelah mengalami penurunan. Dengan membeli saham saat harganya turun, maka Anda akan mendapatkan keuntungan yang besar. Namun, Anda juga harus lebih selektif untuk memilih saham.

Pilih Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang masuk daftar investasi pilihan bagi pemula. Hal ini karena investasi jangka panjang disebut lebih aman dan tentunya menguntungkan. Dengan pemilihan perusahaan sekuritas yang tepat, Anda dapat membeli saham untuk jangka panjang dengan risiko yang cukup rendah.

Lakukan Investasi Secara Konsisten

Pengetahuan sebelum melakukan investasi memang penting, namun hal penting lainnya terkait investasi yaitu harus dijalankan dengan sabar dan konsisten. Pelajari dan lakukan pemantauan pada saham yang Anda pilih dengan konsisten agar Anda dapat menghasilkan keuntungan yang optimal.

Cara beli saham memang cukup mudah. Dengan bantuan dari perusahaan sekuritas terpercaya, Anda dapat menanamkan modal untuk investasi saham dengan tenang. Pelajari juga tips dan cara investasi saham yang benar akan Anda dapat menghasilkan keuntungan yang besar.

Bagikan:

Leave a Comment