Cara Menjadi Freelancer yang Profesional dan Dapat Dipercaya

Gemarinvestasi – Perkembangan dunia kerja yang sangat cepat dan pesat, menciptakan berbagai kesempatan baru dalam pekerjaan. Salah satunya, adalah dengan menjadi seorang freelancer. Banyak orang mencari cara menjadi freelancer karena tertarik dengan pekerjaan seorang freelancer.

Pekerjaan freelancer memang terlihat lebih bebas dan fleksibel dalam melakukan pekerjaannya. Hal inilah yang membuat orang-orang tertarik untuk menjadi seorang freelancer.

Namun, walaupun terlihat lebih bebas daripada pekerja kantoran. seorang freelancer juga memiliki tuntutan untuk menjadi pekerja yang profesional.

Mengenal Profesi Sebagai Freelancer

Sebelum membahas lebih jauh mengenai cara menjadi freelancer. Ada baiknya untuk memahami terlebih dahulu, sebenarnya apa itu freelancer dan apa yang dikerjakan oleh profesi ini.

Freelance secara sederhana merupakan pekerja lepas. Pekerjaannya tidak terikat dengan kontrak tertentu, apalagi yang jangkanya panjang. Ikatan kerja atau kontrak yang mengikat freelance relatif singkat.

Biasanya sampai projek tertentu selesai atau sampai desain suatu produk sudah selesai. Gaji dari seorang freelancer, tergantung projek yang dikerjakan, lamanya projek, dan nilai dari projek itu sendiri.

Cara Menjadi Freelancer yang Profesional

cara menjadi freelancer profesional
Cara menjadi freelancer yang profesional dan produktif

Setelah membahas mengenai pengertian freelance. Berikutnya akan dibahas, cara-cara yang bisa dilakukan untuk menjadi seorang freelance. Bukan hanya sekedar freelance, namun seorang freelance yang profesional.

Karena seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Walaupun pekerjaan ini cenderung lebih bebas dan fleksibel. Namun, ada kode etik dan keprofesionalan yang diharapkan seorang klien pada seorang freelancer.

1. Tentukan Dulu Tujuan Menjadi Freelance

Sebelum mengetahui cara menjadi freelancer, baiknya untuk menentukan tujuan terlebih dahulu. Tujuan yang dimaksud di sini, adalah alasan mengapa mengambil pekerjaan sebagai freelance.

Tujuan ini bisa saja menjadi freelance untuk mendapatkan penghasilan tambahan, disamping penghasilan utama. Atau, menjadikan freelance sebagai penghasilan utama, atau sekedar meningkatkan kemampuan saja.

Dengan mengetahui tujuan lebih awal menjadi freelance. Para pekerja bisa lebih fokus dalam berkarir sebagai freelance dan akan lebih mudah menentukan langkah selanjutnya untuk perencanaan karir.

2. Tentukan Spesialisasi Pekerjaan yang Ingin Dilakukan

Dunia freelance sangatlah luas, ada berbagai pekerjaan yang ditawarkan secara freelance atau paruh waktu. Karena itu, sebelum terjun ke pekerjaan ini tentukan dulu, jenis pekerjaan apa yang ingin dilakukan.

Misalnya, ingin menjadi seorang freelance di bidang fotografi atau penulisan konten. Pada pilihan tersebut, harus lebih spesifik lagi. Misalnya, jika memilih profesi sebagai fotografer freelance.

Lebih baik fokus untuk menjadi seorang fotografer kuliner, fotografer pernikahan, dan sebagainya. Dengan begitu, akan lebih mudah untuk mengumpulkan pelanggan dan portofolio akan terasa lebih relevan.

Memang, ada baiknya jika seorang freelance punya pengalaman di berbagai bidang. Namun, dengan pengalaman kerja yang terfokus seorang freelancer akan terkesan lebih profesional.

3. Tentukan Layanan Apa Saja yang Disediakan

Cara menjadi freelancer berikutnya adalah dengan menentukan layanan apa saja yang akan disediakan. Sebagai pekerja independen, tentu saja akan sulit bagi freelancer untuk menyediakan layanan yang lengkap. Karena itu, lebih baik untuk membatasi layanan yang diberikan.

Selain untuk membatasi beban kerja, fokus pada beberapa layanan saja akan bagus untuk meningkatkan kualitas kerja. Maksudnya di sini, seperti seorang freelance fotografer. Layanan yang diberikan sebatas foto atau ada layanan editing atau layanan lainnya juga.

Layanan yang ditawarkan juga harus disesuaikan dengan kemampuan freelancer sendiri. Jangan sampai seorang freelancer menawarkan layanan dan jasa yang sebenarnya tidak bisa dilakukan, atau sebenarnya freelance tidak punya pengalaman sama sekali di bidang tersebut.

4. Bangun Reputasi dan Portofolio

Karena cara menjadi freelancer tidak perlu berada di naungan perusahaan manapun. Maka, seorang freelancer sangat bergantung pada portofolio dan reputasi yang dibangunnya dari pekerjaan sebelumnya.

Karena dari kedua hal inilah calon klien akan menilai seorang freelancer sebelum dipekerjakan. Buatlah portofolio sebagus mungkin dan highlight pengalaman-pengalaman kerja yang paling sukses dalam portofolio.

Para freelancer bisa mengandalkan platform-platform online seperti Linkedin atau layanan lainnya. Biasanya platform-platform inilah yang menjadi media para freelancer untuk memamerkan portofolio dan mencari calon klien yang potensial.

5. Tentukan Metode Pembayaran dan Alur Kerja

Sangat penting bagi seorang freelance untuk memiliki alur kerja dan cara pembayaran fee yang jelas. Dengan begitu, cara kerja dari freelancer akan terasa lebih profesional dan calon klien akan lebih mempercayai seorang freelance.

Sebenarnya tidak ada alur khusus dalam pekerjaan freelance. Alur kerja juga lebih baik dibuat fleksibel, dan menyesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan klien.

Namun untuk cara pembayaran lebih baik dibuat tetap. Selain menambah kesan profesional. Hal ini untuk memudahkan para freelance untuk mengecek pembayaran pekerjaannya.

6. Pahami Kelebihan dan Kelemahan Menjadi Freelance

Tidak hanya freelance, sebenarnya setiap pekerjaan pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Namun, karena dinamika pekerjaan yang berbeda dengan pekerjaan yang umum. Dunia freelance memiliki kelemahan dan kelebihannya sendiri.

Sebelum terjun ke dunia freelancer, pastikan untuk memahami kelebihan dan kelemahan dari profesi satu ini.

Memahami Kelebihan dan Kekurangan Pekerjaan Freelance

memahami keleihan dan kukurangan menjadi seorang freelancer
Memahami Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Freelancer

Seperti yang disebutkan sebelumnya, salah satu cara menjadi freelancer adalah memahami kelemahan dan kelebihan profesi ini. Karena memang dinamika dunia kerjanya yang sangat berbeda.

Berikut ini adalah kelebihan dan kelemahan freelancer yang perlu dipahami. Terutama, untuk orang yang tengah mempertimbangkan untuk menjadi seorang freelancer.

1. Kelebihan Menjadi Seorang Freelancer

Pekerjaan yang prospektif, karena saat ini banyak perusahaan dan orang yang mencari tenaga kerja freelancer. Hal ini ditunjang dengan munculnya berbagai platform dan situs untuk menghubungkan freelancer dengan pencari jasanya.

Tidak Terikat dengan jam kerja, karena pekerjaan freelancer tidak dinilai dari kehadiran di kantor. Melainkan, kualitas dan hasil dari pekerjaan yang sudah diberikan oleh klien.

Tidak Terikat dengan Lokasi Kerja, karena seorang freelance bisa bekerja di mana saja yang dia mau. Asalkan kondisi dan situasinya cocok, maka pekerjaan bisa dilakukan.

2. Kelemahan Menjadi Freelance

Fasilitas terbatas dan harus disediakan sendiri, karena tidak ada kantor yang memfasilitasi pekerjaan freelancer.

Sulit untuk bersosialisasi dengan orang lain. Karena pada dasarnya freelance sangat jarang bahkan tidak memiliki rekan kerja sama sekali. Sebagian besar pekerjaan dapat dilakukan dan diselesaikan sendirian.

Status sosial dipandang sebelah mata, karena pekerjaan sebagai freelancer kurang dikenal secara luas. Banyak orang terutama dari golongan orang tua yang mungkin memandang sebelah mata profesi sebagai seorang freelance.

Pendapatan yang kurang menentu, karena besaran pendapatan ditentuka oleh nilai dan kuantitas projek yang dikerjakan. Tidak ada gaji tetap seperti yang didapatkan oleh pegawai biasa.  Ada kemungkinan pendapatan freelance akan sangat sedikit dalam satu bulan.

Itulah informasi mengenai cara menjadi freelancer begitu juga pembahasan mengenai kelebihan dan kekurangannya. Pastikan untuk memahami hal-hal yang sudah diulas di atas, sebelum memutuskan untuk terjun dan menjadi seorang freelance.

Bagikan:

Leave a Comment