Cara Reksadana Bibit: Panduan Lengkap Investasinya

Cara reksadana bibit – Investasi reksadana di Bibit terbilang mudah mengingat aplikasi ini memang dirancang untuk investasi masa kini yang praktis. Interfacenya begitu ramah, sehingga pemula pun tidak akan menemukan kesulitan berarti untuk menggunakannya. Bagi Anda yang tertarik memulai reksadana di bibit, simak ulasannya berikut ini.

Cara Investasi Reksadana di Bibit

Sebelum investasi reksadana di Bibit, tentunya Anda harus melakukan registrasi terlebih dahulu melalui aplikasi ini. Bibit bisa didownload secara gratis di Playstore dan merupakan aplikasi investasi dengan rating memuaskan.  Untuk mulai menggunakannya, simak langkah-langkahnya di bawah ini.

Melakukan Registrasi Akun

Jika aplikasi Bibit sudah terinstall, buka aplikasi tersebut lalu lakukan registrasi. Ketika mendaftar, Anda perlu  mengisikan tanggal lahir dan beberapa pertanyaan dalam halaman kuesioner.

Pada dasarnya, hal tersebut perlu dilakukan untuk mencari tahu tujuan investasi reksadana Anda.  Setelah itu, klik Lanjut lalu masukkan nomor HP aktif agar pihak bibit dapat mengirim kode khusus agar pendaftaran bisa berhasil.

Mengisi Data Diri

Selanjutnya, Anda harus mengisi data diri untuk keperluan pendaftaran. Beberapa informasi yang dibutuhkan adalah alamat email, pendidikan terakhir, penghasilan per tahun, sumber penghasilan,dan nama bank.

Mengupload Foto dan Selfie dengan KTP

Lanjutkan pendaftaran dengan mengupload kartu identitas (KTP). Setelah itu, Anda harus mengambil foto selfie dengan memegang KTP. Pastikan foto yang diambil cukup jelas agar pendaftaran bisa dilanjutkan. Jangan lupa untuk membubuhkan tanda tangan di kolom yang disediakan.

Membuat PIN

Jika foto KTP berhasil diupload, selanjutnya Anda harus membuat pin yang terdiri dari enam digit. Nantinya, PIN tersebut akan digunakan untuk mengkonfirmasi transaksi yang akan dilakukan. Terutama ketika hendak menjual reksadana yang dimiliki.

Pastikan PIN yang dibuat tidak mudah ditebak orang lain. Sebaiknya, hindari menggunakan tanggal lahir sebagai PIN. Hal ini untuk menghindari penyalahgunaan terhadap akun Bibit Anda.

Verifikasi Email

Langkah berikutnya adalah melakukan verifikasi email. Oleh sebab itu, pastikan email yang dimasukkan memang valid dan Anda memiliki akses ke dalamnya. Setelah membuat PIN, Bibit akan memverifikasi pendaftaran melalui link yang dikirimkan ke email.

Tunggu Proses Registrasi Selesai

Setelah melakukan seluruh proses pendaftaran, akun Anda tidak langsung jadi saat itu juga. Artinya, pihak Bibit kan memproses data terlebih dahulu sekitar 1 x 24 jam. Jika proses registrasi selesai, transaksi jual beli reksadana pun bisa dilakukan.

Cara Membeli Reksadana di Bibit

Jika proses registrasi sudah selesai, selanjutnya Anda bisa memulai investasi dengan membeli reksadana. Cara bermain Bibit reksadana, khususnya dalam pembelian cukup mudah dan didukung sistem pembayaran yang bervariasi. Untuk lebih jelasnya, simak langkah-langkahnya di bawah ini.

Tap ‘Investasi Sekarang’

Pastikan Anda berada di halaman utama aplikasi Bibit terlebih dahulu. Setelah itu, tap pilihan ‘Investasi Sekarang’. Ini merupakan pilihan reksadana dari Bibit yang bisa Anda mulai sesuai tujuan investasi.

Memasukkan Nominal Pembelian

Setelah itu, masukkan nominal investasi pertama Anda di Bibit. Tidak perlu khawatir, minimum pembeliannya cukup terjangkau, yaitu Rp100.000.

Baca Prospektus dan Keterangan Ringkas

Setelah memasukkan nominal, akan ditampilkan jenis reksadana apa saja yang hendak dibeli beserta nominalnya masing-masing. Anda bisa menggunakan kupon promo jika memilikinya agar investasi lebih menguntungkan.

Jangan lupa beri centang pada bagian persetujuan pembelian reksadana.  Jika sudah, klik Bayar Sekarang.

Memilih Metode Pembayaran

Pastikan Anda memilih metode pembayaran yang mudah dilakukan.  Pada dasarnya ada dua kategori yang bisa dipilih, yaitu Instant Payment dan Transfer Bank melalui Virtual Account.

Untuk pembayaran instan, Anda bisa menggunakan Gopay, LinkAja, dan Shopeepay. Kini, yang terbaru adalah akun Jago yang bisa dihubungkan dengan akun Bibit. Apabila ingin membayar dengan virtual akun,  pilihannya adalah bank BCA, Mandiri, BRI, CIMB Niaga, BNI, dan Permata.

Lebih lanjut, perlu diketahui bahwa langkah-langkah di atas merupakan rekomendasi pembelian reksadana dari Bibit. Anda juga bisa memilih jenis reksadana sendiri, baik itu reksadana pasar uang, saham, maupun obligasi.

Pada menu Produk di halaman utama, Anda bisa memilih reksadana sendiri sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Terlebih jika memilih reksadana pasar uang, pembelian minimumnya hanya sebesar Rp10.000.

Cara Menjual Reksadana di Bibit

Selanjutnya, Anda juga perlu memahami cara menjual reksadana di Bibit jika suatu saat diperlukan. Terlebih jika nominalnya memang sudah mencapai tujuan dengan keuntungan yang terbilang lumayan. Berikut langkah-langkahnya, jika Anda hendak menjual reksadana di Bibit.

Memilih Portofolio yang Akan Dicairkan

Pada halaman utama aplikasi, akan ditampilkan beberapa portofolio reksadana yang dibuat selama berinvestasi di Bibit. Jika Anda memang membuat portofolio lebih dari satu, silahkan pilih mana yang hendak dicairkan.

Memasukkan Nominal

Untuk menjual reksadana, Anda tidak perlu mencairkan semuanya. Tentukan nominal yang ingin dijual lalu baca persyaratan penjualan dengan teliti. Jika sudah, tap Setuju dan Jual.

Konfirmasi Penjualan dengan PIN

Selanjutnya,masukkan PIN reksadana Bibit yang sudah dibuat ketika pertama kali melakukan registrasi di aplikasi ini. Jika PIN yang dimasukkan salah, transaksi ini tidak bisa diteruskan. Karena itu, Anda harus teliti.

Tunggu Proses Penjualan Selesai

Penjualan reksadana di Bibit memang membutuhkan beberapa proses. Pihak Bibit harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sampai dana Anda benar-benar cair.  Proses tersebut membutuhkan waktu, sehingga tidak bisa satu hari saja selesai.

Pada dasarnya, OJK sendiri memberikan batas waktu maksimal 7 hari kerja untuk proses pencairan reksadana. Namun, tidak perlu khawatir, umumnya reksadana dari Bibit sudah cair dalam waktu sekitar 3 hari.

Anda akan mendapatkan email ketika uang hasil penjualan reksadana sudah berhasil masuk ke rekening yang dicantumkan. Setelah email masuk, segeralah periksa pencairan dana Anda.

Keuntungan Investasi Reksadana di Bibit

Bibit menjadi salah satu aplikasi investasi yang tengah naik daun saat ini. Tidak sedikit anak muda yang akhirnya melek investasi, khususnya pada produk reksadana, dengan platform satu ini. Cara reksadana Bibit dikenal praktis karena memiliki tampilan yang menarik.

Menu-menu yang ditampilkan cukup ringkas, sehingga cukup cepat untuk memproses transaksi. Tidak hanya itu, produk reksadana yang disediakan Bibit juga tergolong lengkap dan update. Anda bisa memilih reksadana pasar uang, obligasi, maupun saham.

Masing-masing bisa dipilih sesuai risiko investasi Anda. Bibit juga menyediakan fitur Nabung Rutin yang akan memudahkan penggunanya untuk konsisten dalam melakukan investasi reksadana. Fitur ini pada dasarnya seperti autodebet dengan menghubungkan akun bank Jago atau Gopay.

Bibit juga akan menampilkan reksadana yang bisa dibeli sesuai profil risiko. Rekomendasi tersebut akan berguna bagi pemula yang ingin memulai reksadana. Jika sudah percaya diri, Anda bisa membuat portofolio sendiri sehingga benar-benar sesuai dengan keinginan.

Cara investasi reksadana di Bibit memang begitu mudah untuk berbagai kalangan. Aplikasi ini akan membantu Anda mengelola keuangan dan menabung dengan rutin dan aman. Pembelian produk reksadana pun bisa disesuaikan dengan profil risiko yang dimiliki, demikian juga dengan modalnya.

Bagikan:

Leave a Comment