Investasi Jangka Panjang: Pengertian dan Jenisnya

Investasi jangka panjang merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan profit sekaligus mengembangkan aset. Lalu, apa saja hal mendasar yang perlu diketahui jika Anda ingin mencoba jenis investasi satu ini? Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.

Pengertian Investasi Jangka Panjang

Sesuai dengan namanya, investasi ini adalah penanaman atau penyimpanan aset selama lebih dari satu tahun. Jadi, investasi dalam jangka panjang ini bisa menghasilkan keuntungan dalam waktu lama sekaligus untuk membantu menyimpan aset yang dimiliki.

Investasi yang satu ini berjalan secara terus menerus sesuai waktu yang sudah ditentukan dan baru bisa dicairkan ketika sudah jatuh tempo. Hal ini berarti investasi ini dilakukan untuk memperoleh penghasilan tetap, khususnya untuk sebuah perusahaan.

Macam-Macam Investasi Jangka Panjang

Selanjutnya, jika Anda ingin mencoba investasi ini, maka harus mengetahui apa saja jenisnya supaya bisa memilih dengan tepat. Simak ulasan berikut ini mengenai jenis-jenis investasi untuk jangka waktu cukup lama yang bisa Anda coba untuk menanamkan modal pribadi atau milik perusahaan.

Investasi Emas

Pertama, ada investasi emas yang tergolong dalam logam mulia dengan nilai tinggi dan berharga. Investasi emas ini bisa dipilih karena nilai logam tersebut selalu stabil dan bisa diterima oleh masyarakat di seluruh kalangan.

Investasi emas ini bisa dilakukan oleh pemula sekalipun, karena risikonya bisa dibilang cukup rendah. Bagi Anda yang baru saja ingin belajar investasi dalam jangka panjang, maka bisa menjadikan emas sebagai objeknya agar bisa mempelajari bagaimana naik turunnya harga logam mulia ini.

Investasi Reksadana

Berikutnya, Anda bisa berinvestasi reksa dana dimana pengelolaannya akan dilakukan oleh manajer khusus. Peran manajer investasi di sini adalah menempatkan portofolio dengan mengumpulkan dana di masyarakat agar mendapatkan keuntungan.

Investasi reksadana ini bisa dilakukan dalam jangka panjang apabila Anda ingin mengumpulkan keuntungan sebanyak mungkin. Di samping itu, investasi reksadana juga bisa Anda mulai dengan modal yang sangat kecil apabila ingin meminimalisir risiko.

Investasi Saham

Saham adalah jenis investasi jangka panjang berikutnya yang bisa dicoba, terutama oleh pengelola perusahaan. Dengan membeli saham, artinya Anda memiliki bukti kepemilikan atas suatu aset perusahaan atau perorangan.

Penghasilan dari investasi saham ini didapatkan ketika Anda memperoleh deviden dan selisih harga jual beli surat berharga tersebut. Selama Anda memiliki saham di sebuah perusahaan, maka akan mendapatkan penghasilan di setiap periode pembagian deviden.

Investasi Properti

Selanjutnya, Anda dapat memilih investasi properti sebagai aset jangka panjang karena kedepannya berpotensi mendatangkan banyak keuntungan. Sebab, harga properti akan semakin naik seiring berjalannya waktu dan perkembangan pemukiman.

Properti merupakan salah satu kebutuhan utama di masyarakat, baik berupa gedung, tanah, dan rumah. Anda bisa mulai menginvestasikan dana yang dimiliki untuk memperoleh properti, lalu menjualnya kembali agar mendapatkan profit.

Investasi Program Pensiun

Investasi program pensiun menjadi salah satu instrumen jangka panjang yang penting dipikirkan agar kehidupan Anda di masa tua masih tetap terjamin. Anda bisa mulai mengikuti investasi program pensiun ini di lembaga terpercaya sekaligus untuk menyimpan dana.

Pada umumnya banyak perusahaan asuransi yang akan menawarkan program investasi ini kepada para pekerja. Namun, profit yang dihasilkan oleh investasi program pensiun tidak bisa dipastikan, sebab tergantung pada dana yang diperoleh perusahan asuransi.

Investasi Obligasi

Investasi jangka panjang terakhir yang dapat Anda lakukan, yaitu investasi obligasi atau surat berharga sebagai bukti pemberi pinjaman. Surat berharga ini dibuat oleh penerbit obligasi dan pemilik dana yang memberikan pinjaman dengan usia umumnya 2 sampai 3 tahun.

Apabila surat berharga tersebut sudah jatuh tempo, maka saatnya bagi penerbit obligasi untuk mengembalikan dana. Anda sebagai pinjaman dana juga akan mendapatkan profit sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati.

Manfaat Investasi Jangka Panjang

Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan investasi jangka panjang, saatnya Anda memahami apa saja manfaatnya. Melakukan investasi apalagi dalam jangka waktu yang panjang tentu saja tidak hanya bertujuan menanamkan modal. Ini juga untuk memperoleh manfaat sebagai berikut.

Menjaga Aset

Manfaat utama dari investasi dalam jangka panjang adalah menjaga aset dari angka inflasi yang cenderung mengalami kenaikan. Investasi dilakukan agar nilai aset Anda tidak semakin menurun karena rupiah yang melemah akibat adanya inflasi.

Mempersiapkan Masa Depan

Berikutnya, Anda bisa berinvestasi jangka panjang untuk mempersiapkan masa depan, baik bagi diri sendiri maupun keturunan. Tujuannya tentu saja agar Anda tidak perlu kebingungan untuk pengelolaan dana di masa depan. Katakanlah seperti untuk properti dan pendidikan misalnya.

Financial Freedom

Financial freedom adalah manfaat investasi jangka panjang selanjutnya, dimana Anda bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tergantung besarnya modal yang ditanamkan. Bagi pengusaha yang memiliki modal besar, investasi menjadi lahan financial freedom bahkan tanpa harus bekerja lagi.

Penjamin Masa Tua

Investasi yang dilakukan dengan bijak akan mendatangkan passive income, sehingga dapat menjadi penjamin masa tua. Passive income ini bisa dijadikan sebagai tabungan tersendiri apalagi jika Anda sudah mulai berinvestasi di saat usia produktif.

Penghasilan Tambahan

Manfaat terakhir dari investasi dalam jangka ini, yakni sebagai penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama Anda. Penghasilan ini diperoleh dari pembagian profit investasi tanpa Anda harus ikut andil dalam mengelola modal.

Risiko Investasi Jangka Panjang

Risiko investasi jangka panjang adalah suatu yang juga harus Anda antisipasi, sebab di setiap kegiatan modal pasti ada potensi konsekuensi tertentu. Simak ulasan berikut ini terkait apa saja potensi risiko yang mungkin Anda alami.

Risiko Bunga

Risiko nilai bunga menjadi salah satu hal yang perlu dikhawatirkan karena nilainya fluktuatif. Tingkat suku bunga yang berlaku di pasar akan mempengaruhi nilai investasi Anda. Misalnya saja ketika suku bunga naik, maka harga obligasi akan menurun.

Risiko Likuiditas

Berikutnya, risiko likuiditas juga bisa terjadi ketika investasi ini karena sulitnya menyediakan uang tunai. Anda bisa mengalami risiko likuiditas ini apabila memasuki pasar baru yang volume perdagangannya masih kecil.

Risiko  Inflasi

Profit yang didapatkan dari aktivitas penanaman modal ini tidak bisa dipastikan. Risiko ini bisa terjadi akibat adanya inflasi saat terlalu banyak uang yang beredar dimana harga barang naik dan daya beli masyarakat anjlok.

Risiko Kondisi Suatu Negara

Fenomena yang terjadi di suatu negara juga akan mempengaruhi keberhasilan Anda dalam berinvestasi, seperti kondisi politik misalnya. Oleh sebab itu, Anda harus jeli membaca situasi sebelum memutuskan berinvestasi agar tidak menerima risiko ini yang bisa menghambat datangnya profit.

Risiko Nilai Tukar Mata Uang

Satu lagi risiko investasi ini, yaitu perubahan nilai tukar dua mata uang yang digunakan. Investor harus pandai membaca bagaimana nilai tukar mata uang yang digunakan dengan valuta asing. Tujuannya, yaitu untuk mendapatkan mata uang dengan nilai tukar yang setara agar tidak merugikan.

Bagikan:

Leave a Comment