Kesalahan-Kesalahan Dalam Menentukan Target Pasar

Dalam menjalankan sebuah bisnis diperlukan suatu perencanaan serta strategi yang matang baik sebelum memulai maupun saat bisnis sudah berjalan. Strategi dan perencanaan bisnis harus mempertimbangkan banyak aspek penting diantaranya keuangan, menentukan target pasar, teknologi dan lainnya.

Strategi dan perencanaan bisnis yang matang bisa membantu anda untuk menentukan langkah ke depan. Kesalahan dalam menentukan target pasar bisa membawa bisnis yang anda jalankan ke arah kebangkrutan.

Dalam kesempatan ini saya akan mengulas tentang kesalahan-kesalahan dalam menentukan target pasar untuk anda waspadai.

4 Kesalahan-Kesalahan Dalam Menentukan Target Pasar

1. Tidak Mempunyai Strategi Dalam Jangka Panjang

Untuk membuat sebuah strategi bisnis dalam jangka panjang, anda perlu mempunyai gambaran tentang bisnis anda kedepannya dalam waktu yang lama. Contohnya, dalam kisaran 5 tahun yang akan datang, bagaimana keadaan bisnis anda saat itu? Kira-kira apa saja ancaman dan peluang yang mungkin akan muncul dalam waktu 5 tahun yang akan datang?

Strategi bisnis umumnya terbagi menjadi 3 tahap yaitu jangka pendek, menengah serta jangka panjang. Semua tahapan tersebut akan memberikan feedback yang dapat dijadikan sebagai bahan untuk evaluasi terhadap kinerja suatu perusahaan.

Apabila perusahaan tidak mempunyai strategi bisnis jangka panjang, tentu perusahaan tersebut bisa kewalahan untuk menghadapi masalah yang mungkin muncul di masa yang akan datang. Hal ini yang sering menjadikan sebuah perusahaan mengalami kerugian atau bahkan kebangkrutan.

2. Kurang Riset Pasar

Kesalahan-kesalahan dalam menentukan target pasar berikutnya yaitu kurangnya riset pasar. Perencanaan strategi bisnis perlu didasari oleh riset yang sudah dilakukan sebelumnya, salah satunya riset pasar. Adapun riset pasar ini bertujuan supaya perusahaan anda bisa membidik target pasar yang lebih akurat.

Anda wajib mempunyai data yang akurat mengenai segmen pasar mana yang nantinya akan dibidik. Riset pasar yang minim bisa menjadikan strategi bisnis anda menjadi salah sasaran serta tidak efektif. Dengan demikian, anda akan mengalami resiko kerugian karena penjualan anda yang tidak sesuai target.

3. Kurang Informasi Tentang Pesaing

Mempersiapkan produk yang baik memang harus dilakukan. Akan tetapi, jangan sampai anda lupa dengan produk pesaing. Anda juga harus memperhatikan produk serta strategi bisnis seperti apa yang dipakai oleh pesaing anda. Dengan mengetahui strategi pesaing, anda dapat membuat langkah tandingan serta inovasi yang lebih unggul.

Dari segi kualitas sebuah produk atau strategi, bisnis tentu akan lebih unggul dibandingkan dengan pesaing. Ini tentu akan memberikan nilai yang lebih baik di mata para konsumen. Dengan demikian, anda sudah tidak perlu merasa khawatir untuk bersaing secara sehat dengan produk kompetitor.

4. Kurang Realistis

Rasa optimis memang dibutuhkan untuk menjalankan sebuah bisnis. Akan tetapi, sikap yang over optimis bisa menjadi boomerang yang sangat berbahaya bagi keberlangsungan bisnis anda. Perencanaan bisnis dengan dasar rasa optimis yang berlebihan bisa menyulitkan anda dalam tahap eksekusi.

Anda dapat mencoba untuk menciptakan asumsi mengenai kemungkinan terburuk yang perlu anda hadapi kedepannya. Anda dapat mempertimbangkan berbagai variabel eksternal misalnya kondisi politik, ekonomi, sosial, teknologi atau yang lainnya di masa depan.

Dengan demikian, anda dapat memberikan batasan terhadap rasa optimis anda. Sehingga, anda akan mempunyai sikap optimis yang realistis. Ini akan membantu anda dalam menentukan strategi bisnis yang tepat dan anda pun sudah mengantisipasi munculnya resiko terburuk yang mungkin terjadi di kemudian hari.

Itulah kesalahan-kesalahan dalam menentukan target pasar yang sebaiknya anda waspadai. Dengan mengantisipasi diri untuk menentukan target pasar yang tepat tentu bisnis yang anda jalankan bisa berkembang dengan pesat sesuai yang anda harapkan.

Bagikan:

Leave a Comment