Nilai-nilai Bangsa Indonesia Yang Semakin Hilang Karena Globalisasi Adalah

Nilai-nilai Bangsa Indonesia Yang Semakin Hilang Karena Globalisasi Adalah – Ganti bahasa Ganti bahasa tutup menu Bahasa English Español Português Deutsch Français Русский Italiano Română Indonesian (dipilih) Informasi lebih lanjut Memuat Memuat… Pengaturan pengguna tutup menu Selamat datang di Scribd! Muat Bahasa () Manfaat Scribd Baca FAQ gratis dan bantu untuk memulai

Lewati korsel Korsel sebelumnya Korsel berikutnya Apa itu Scribd? eBuku Buku Audio Majalah Podcast Lembaran Musik (dipilih) Foto Telusuri Kategori Buku Terlaris Pilihan Editor Semua eBuku Fiksi Kontemporer Fiksi Sastra Agama & Spiritualitas Pengembangan Diri Rumah & Taman Pemandangan Fiksi Misteri, Kesenangan & Kejahatan Paranormal, Gaib & Supranatural Romansa Sejarah Fiksi Sains & Matematika Supernatural Misteri & Thriller Fiksi Ilmiah & Fantasi Fiksi Ilmiah Distopia Karier & Pengembangan Karier Manajemen Biografi & Memori Petualangan & Eksplorasi Sejarah Agama & Spiritualitas Inspirasi Zaman Baru & Spiritualitas Semua Kategori Telusuri Majalah Kategori Pilihan Editor Semua Majalah Berita Berita Bisnis Berita Hiburan Politik Teknologi Berita Keuangan dan Uang Manajemen Keuangan Pribadi Karir dan Pertumbuhan Manajemen Bisnis Perencanaan Strategis Olahraga dan banyak lagi sialdia Hewan Peliharaan Permainan & Aktivitas Permainan Sayangnya Kesehatan Olahraga & Kebugaran Memasak Makanan & Anggur Seni Rumah & Kebun Kerajinan & Hobi Semua Kategori Telusuri Podcast Kategori Agama & Spiritualitas Berita Hiburan Berita Misteri Kesenangan & Kejahatan Fiksi Kejahatan Sejati Sejarah Politik Ilmu Sosial Semua Kategori Genre Klasik Negara Folk Jazz & Blues Film & Musik Pop & Rock Agama & Pesta Instrumen Standar Instrumen Kuningan & Perkusi Gitar, Bass & Tabla Instrumen Senar Vokal Tingkat Kesulitan Pemula Sedang Tinggi Telusuri Dokumen Kategori Dokumen Akademik Template Bisnis Catatan Pengadilan Semua Dokumen Pelatihan Olahraga & Rekreasi Binaraga & Berat Tinju Seni Bela Diri Agama & Spiritualitas Kristen Yudaisme Usia & Spiritualitas Muda Itas Buddhisme Islam Seni Musik Seni Pertunjukan Kesehatan Tubuh, Pikiran & Esp iritua Penurunan Berat Badan Peningkatan Diri Teknologi dan Teknik Politik Ilmu Politik Semua Kategori

Nilai-nilai Bangsa Indonesia Yang Semakin Hilang Karena Globalisasi Adalah

Di era digital sekarang ini, semakin banyak perpustakaan yang memiliki koleksi buku elektronik (e-book). Faktor penyebab perubahan masyarakat semakin banyak dengan Undang-Undang Narkoba Elektronik. Kabar duka, Jaksa Pak Oposisi ‘Si Unyil’ meninggal karena khawatir atas tudingan kuasa hukum Sambo, akan segera muncul regulasi baru terkait hal ini, penjualan rokok batangan akan dilarang.

Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Menko Pmk: Masih Banyak Rakyat Indonesia Belum Merdeka Secara Substansi

Nilai-nilai Pancasila, pedoman hidup yang seharusnya menjadi dasar negara dan pemersatu rakyat, hampir tidak relevan saat ini.

Hal ini dapat kita lihat dari berbagai peristiwa dan kerusuhan yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Kejadian dan kejadian yang bertentangan dengan nilai-nilai pancasila, pencurian mobil (curanmor), perampokan, tawuran pelajar, pemerkosaan bahkan pembunuhan.

Apalagi saat ini hampir tidak ada organisasi yang mengurusi aplikasi pancasila. Bahkan dalam dunia pendidikan, Pancasila bukanlah mata pelajaran wajib.

Makin Suramnya Situasi Keadilan Di Indonesia

Jika Pancasila tidak lagi menjadi perhatian pemerintah atau masyarakat, berarti secara implisit menolak Pancasila sebagai ideologi negara.

Dewasa ini, hubungan internasional semakin padat sehingga terjadi proses akulturasi, saling meniru dan mempengaruhi budaya masing-masing.

Kebanyakan remaja tidak banyak berpikir. Mereka beranggapan bahwa apapun yang berbau western itu keren dan layak untuk dijadikan model.

Padahal budaya Barat sangat tidak cocok dan berbeda dengan budaya Indonesia. Misalnya memakai pakaian, kesopanan, gaya hidup dan lain-lain.

Ukm Penelitian Uny

Perbedaan tersebut menyebabkan penyimpangan. Jika proses ini terus berlanjut, akibatnya akan jauh lebih serius, ketika orang-orang di atas tidak lagi bangga dengan negara dan rakyatnya.

Namun, akar permasalahannya adalah merosotnya kesadaran masyarakat akan nilai-nilai Pancasila. Sebagian besar dari kita hanya mengetahui resep Pankasila tanpa memahami nilainya.

Sedangkan ketika masyarakat benar-benar memahami nilai Pancasila itu sendiri, maka semua permasalahan tersebut di atas tidak akan terjadi dengan sendirinya.

Oleh karena itu, pengenalan nilai-nilai Pankasil harus dimulai dari diri kita sendiri, kemudian dari pihak lain atau dari orang lain di sekitar kita. Salah satu langkah untuk menanamkan nilai-nilai Pankasil dapat dengan menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan generasi muda yang berkualitas.

Kecamatan Tajinan Sejarah Hari Kesehatan Nasional 12 November Web Kec Tajinan Kab Malang.jpg

Dengan motivasi untuk memimpin dan mengembangkan generasi muda, diharapkan kedepannya mereka mampu berperan dan berperan serta memimpin Indonesia ke arah yang lebih baik.

Secara keseluruhan, beberapa langkah yang dapat diprediksi telah diambil untuk mengatasi berbagai tantangan ini dan mempromosikan nilai-nilai Pancasila dan patriotik. Berikut langkah-langkah yang diramalkan: Yang disebut generasi Milenial atau Generasi Y baru saja muncul, yang sebentar lagi akan digantikan oleh Generasi Z. Akan ada juga generasi alfa, saya tidak tahu seperti apa generasi alfa itu. setelah Sebelum kita membahas generasi alfa, mari kita bahas dulu generasi milenial yang sering berpindah-pindah

Topik dan diskusi untuk setiap putaran. Istilah Periode Milenial diciptakan oleh sejarawan Amerika William Strauss dan Neil Howe dalam beberapa buku. Secara khusus, tidak ada batasan usia yang membatasi apakah seseorang bisa disebut milenial, namun menjadi milenial adalah kodrat manusia.

Generasi milenial didominasi oleh anak muda, karena hampir semua anak muda saat ini memiliki karakteristik milenial. Gaya hidup anak muda saat ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Pengaruh globalisasi dan teknologi telah mengubah segalanya. Zaman yang selalu berubah dengan kendaraan teknologi membuat hidup manusia serba instan dan praktis. Hanya perlu beberapa detik untuk mengirim pesan, memesan produk atau makanan dengan mengklik aplikasi dan berkomunikasi dari jarak jauh, tidak perlu bertemu lagi. Generasi milenial ini dipersiapkan untuk masa depan bangsa yang lebih dinamis, canggih dan modern.

Diaspora Indonesia: Hut Ri Adalah Momen Untuk Syukuri Kemajuan Di Tanah Air

Namun, dibalik semua itu ada banyak hal yang akan hilang seiring berjalannya waktu. Munculnya sistem yang serba digital ini menciptakan budaya baru, karena ada aktivitas yang terus menerus dilakukan untuk mengubahnya menjadi kebiasaan dan cara hidup yang berdampak tersendiri bagi masyarakat. Cepat atau lambat, penggunaan sistem digital di milenium ini akan membuat kita bergantung pada teknologi digital bahkan nilai-nilai kemanusiaan akan hilang.

Bahasa lisan, seperti adanya persahabatan dan sapaan, hanya bersifat “dekoratif” pada saat ini. Jejaring sosial telah menggantikannya sebagai alat komunikasi. Komunikasi digital ini perlahan-lahan akan menggantikan keberadaan dan esensi persahabatan, saling mengenal, dan akan menjadi candu masyarakat. Budaya ramah yang digunakan oleh masyarakat Indonesia telah berubah fungsinya menjadi hiasan dan digunakan hanya pada saat diperlukan, sehingga budaya ramah lambat laun tidak lagi digunakan. Meskipun itu sifat budaya Timur, lama kelamaan akan mengikuti budaya Barat, sikap acuh tak acuh, kurangnya kepedulian terhadap sesama. Tidak hanya itu, kaum milenial juga kurang mendapat perhatian, misalnya saat melihat bencana di jalan (kecelakaan, kebakaran atau yang lainnya), kaum milenial lebih mementingkan gawainya untuk mengabadikan momen secepat mungkin. untuk membantu para korban di sepanjang jalan.

Di sini saya mengkritisi perilaku milenial yang berlebihan karena teknologi yang mengubah cara hidup mereka. Sisi kemanusiaan perlahan akan terkikis jika tidak diimbangi dengan penanaman ilmu budi pekerti yang baik. Mari kita berhati-hati

Manfaat globalisasi bagi bangsa indonesia, 3 arti penting globalisasi bagi bangsa indonesia, cara mengembalikan foto yang hilang karena kartu sd rusak, pengaruh globalisasi bagi bangsa indonesia, bangsa lemuria yang hilang, cara mengembalikan data yang hilang karena di reset pabrik, globalisasi bagi bangsa indonesia, pentingnya globalisasi bagi bangsa indonesia, dampak globalisasi bagi bangsa indonesia, pengaruh globalisasi terhadap bangsa indonesia, upaya bangsa indonesia dalam menghadapi globalisasi, dampak globalisasi terhadap bangsa indonesia

Bagikan:

Leave a Comment