Pengertian Investasi Langsung dan Tidak Langsung Yang Perlu di Ketahui

Pengertian investasi langsung dan tidak langsung sering menjadi pertanyaan, terutama hubungannya dengan sistem kerja dari kedua kegiatan penanaman modal tersebut. Berikut ini penjelasan lengkap terkait pengertian, contoh, serta kelebihan dari investasi langsung dan tidak langsung.

Pengertian Investasi Langsung

Invetasi langsung sendiri berupa penanaman modal dimana Anda sebagai investor akan ikut secara langsung terkait aktivitas perusahaan. Investor nantinya akan terlibat dalam pengelolaan, mengontrol jalannya kegiatan, serta mengambil tanggung jawab apabila nantinya terjadi kerugian.

Nantinya, modal yang Anda investasikan akan dikelola dalam bentuk aset berwujud dan riil. Selanjutnya, investor yang nantinya turut serta mengelola investasi langsung ini harus mengantongi izin Perantara Pedagang Efek agar mempunyai akses jual beli di bursa efek.

Dalam direct investment ini nantinya investor akan ikut serta dalam pengambilan keputusan yang dilakukan entitas. Jenis investasi langsung ini dinilai lebih mudah dipahami karena orang yang menanamkan modal turut terjun langsung dalam pengelolaan.

Pengertian Investasi Tidak Langsung

Sedangkan dalam invesatsi tidak langsung, penanam modal tidak ikut turun langsung dalam pengelolaan entitas. Pada investasi ini, nantinya Anda sebaga investor hanya perlu mengeluarkan modal investasi tanpa adanya penambahan dana.

Nantinya, yang mengelola portolio investment ini adalah manager investasi yang sudah profesional dan memiliki pengalaman. Sementara investor akan menyimpan surat berharga sebagai bukti penanaman modal dengan kelebihan bisa dicairkan sesuai waktu yang diinginkan.

Jenis investasi tidak langsung ini cukup mudah bagi pemula yang belum memiliki banyak pengalaman dalam mengelola entitas. Selain itu, investor juga tidak akan ikut menanggung kerugian jika suatu saat ternyata manager investasi mengalami kegagalan dalam pekerjaannya.

Contoh Investasi Langsung dan Tidak Langsung

Berdasarkan pengertian investasi langsung dan tidak langsung di atas, tentu saja kegiatan dari kedua jenis investasi ini cukup berbeda. Simak penjelasan berikut ini terkait contoh bentuk investasi langsung dan tidak langsung

  • Investasi Langsung

Bentuk investasi langsung contohnya pengadaan aset bewujud entitas yang memiliki nilai besar. Contoh investasi langsung antara lain apartemen, gedung, rumah, tanah, hingga emas. Tugas investor sendiri ikut dalam pengelolaan, seperti menanamkan biaya dalam membangun sebuah gedung.

Selain itu, di masa modern ini, ada direct investment yang bisa dilakukan melalui exchange platform dengan kegiatan jual beli mata uang kripto. Kegiatan jual beli aset kripto tersebut dapat digolongkan sebagai direct investment karena Anda sebagai investor akan terlibat secara langsung.

  • Investasi Tidak Langsung

Investasi tidak langsung sendiri umumnya berbentuk aset finansial, sepeti saham, obligasi, dan reksadana misalnya. Dalam investasi tersebut Anda hanya berperan menanamkan modal dan menyimpan bukti aset finansial tersebut. Sedangkan pengelolannya sepenuhnya dilakukan oleh manager investasi.

Manfaat Investasi Langsung dan Tidak Langsung

Terlepas dari perbedaan pengertian serta contohnya, kedua jenis investasi ini akan memberikan manfaat bagi pemilik dana. Investasi langsung dan tidak langsung nantinya bisa bermanfaat untuk meningkatkan nilai serta kuantitas aset karena di masa depan akan menghasilkan keuntungan.

Selain itu, investasi langsung dan tidak langsung juga bisa dijadikan sebagai solusi untuk mengindari inflasi. Manfaat lainnya dari investasi langsung dan tidak langsung, yaitu sebagai tabungan yang bisa dicairkan jika Anda membutuhkannya.

Berdasarkan pengertian investasi langsung dan tidak langsung Anda bisa menyesuaikannya dengan kemampuan finansial serta pemahaman. Pilihlah jenis investasi yang dikuasai agar memperbesar peluang Anda dalam memperoleh keuntungan dan mengembangkan modal di masa depan.

Bagikan:

Leave a Comment