Perhitungan dan Analisa Bisnis Ayam Geprek

Sekilas usaha ayam geprek memang tampak sangat menjanjikan. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa masyarakat Indonesia umumnya suka dengan masakan pedas. Maka tak heran apabila bisnis ayam geprek dimana saja selalu laku laris.

Kuliner sederhana yang menyajikan ayam goreng dan sambal bawang pedas ini telah berhasil memenuhi standar makanan mayoritas orang Indonesia.

Bagi anda yang berkeinginan untuk membuka bisnis kuliner ayam geprek perlu membuat perhitungan dan analisa bisnis ayam geprek terlebih dahulu. Dengan demikian, anda akan mengetahui jumlah modal yang diperlukan, biaya operasional bulanan dan kapan target bisa balik modal.

Dalam artikel ini saya akan memberikan perhitungan dan analisa bisnis ayam geprek untuk anda.

Detail Perhitungan dan Analisa Bisnis Ayam Geprek

1. Modal Awal

Peralatan makan (sendok, garpu, gelas dan piring)Rp1.500.000
Peralatan masak (panci, wajan, penanak nasi, dsb)Rp1.500.000
Meja dan kursiRp1.500.000
Media promosi (papan nama, banner, menu, dsb)Rp500.000
Perlengkapan lainnyaRp1.000.000
TotalRp5.500.000
Modal awal usaha Ayam Geprek

2. Biaya Operasional Bulanan

Sewa tempatRp500.000
Gaji karyawan (2 x 1.500.000)Rp3.000.000
Bumbu (24 hari x 50.000)Rp1.200.000
Ayam (10kg x 24 hari x 40.000)Rp9.600.000
Biaya promoRp500.000
Gas 3kg (8 x 20.000)Rp160.000
Total Rp15.060.000
Biaya operasional yang dikeluarkan tiap bulan (apabila harga tidak sama maka tinggal sesuaikan)

3. Pendapatan atau Omset per Bulan

Setelah anda membuat perhitungan dan analisa bisnis ayam geprek, anda juga harus memperhitungkan modal serta target penjualan per hari.

Untuk sekarang ini, hara ayam geprek satu porsinya adalah Rp 15.000. Agar dapat memperoleh keuntungan yang maksimal, setidaknya anda perlu menjual sekitar 80 porsi ayam setiap harinya.

Ini merupakan target harian yang perlu anda capai. Sehingga, anda dapat menghitung laba atau keuntungan dengan perhitungan di bawah ini :

Omset = 80 x 15.000 x 24 = Rp 28.000.000

Laba = omset – biaya operasional = Rp 28.000.000 – Rp 15.060.000 = Rp 13.740.000

Balik modal atau BEP = modal awal/ keuntungan = Rp 5.500.000/ Rp 13.740.000 = 0,4 bulan

Tips Sukses Usaha Ayam Geprek

1. Memperhatikan Kesegaran Bahan

Rasa yang nikmat dan konsisten adalah hal penting untuk menjalankan bisnis kuliner, ini pun juga berlaku saat anda menggeluti bisnis ayam geprek. Pastikan anda memperhatikan rasa dagangan anda agar mampu menarik banyak pelanggan dengan mengutamakan kesegaran bahan.

2. Memilih Lokasi Strategis

Walaupun anda mengusung bisnis ayam geprek berkonsep pesan antar atau dibawa pulang, pastikan anda juga memilih lokasi yang strategis. Mayoritas pesanan yang akan anda terima berada dalam pemesanan di jarak tidak mencapai 5 km, sehingga anda perlu memilih lokasi strategis dengan kepadatan penduduk tinggi dan sesuai target pasar anda.

3. Promosi Kreatif

Tingkat persaingan dalam bisnis ayam geprek mengharuskan anda bisa berpikir secara kreatif terutama dalam hal marketing agar bisa dikenal serta membangun kelebihan dibandingkan dengan pesaing anda. Promosi yang kreatif ini tidak harus dengan menawarkan diskon besar-besaran. Namun anda dapat membuat konten menarik misalnya video Tiktok unik dan lucu.

Demikian ulasan mengenai perhitungan dan analisa bisnis ayam geprek yang bisa menjadi bahan pertimbangan bagi anda yang ingin memulai usaha dalam bidang kuliner ayam geprek.  Anda tentu dapat membuat analisa sendiri yang lebih rinci sesuai dengan kisaran harga pasaran yang ada di daerah anda. Hal ini karena biaya bahan baku, harga jual dan biaya sewa tempat tentu akan berbeda di masing-masing daerah.

Bagikan:

Leave a Comment