Faktor Berikut Penyebab Kegagalan Seorang Franchisor dan Franchisee

Gemarinvestasi – Sebutkan berbagai penyebab kegagalan seorang franchisor? Bisnis waralaba atau kerap disebutkan franchise sekarang makin tumbuh subur di Indonesia, sayang hanya sejumlah kecil yang sukses dalam bisnis ini. Yok baca, apa sich penyebab gagalnya bisnis waralaba yang seharusnya Anda jauhi sepanjang mungkin. Rubrik Keuanganku

Jadilah Franchisor atau Franchisee Sukses, Terapkan Panduan Berikut!

Apa Itu Bisnis Waralaba?

waralaba
Waralaba (image: SMEsta.com)

Saat sebelum mengawali bisnis waralaba, seharusnya Anda mengenali lebih dulu apakah itu waralaba dan bagaimana mekanisme yang diaplikasikannya. Sebutkan berbagai penyebab kegagalan seorang franchisor. Pada intinya, waralaba (franchise) ialah ikatan bisnis di mana salah satunya faksi dikasih kebebasan untuk memakai hak dalam pengadaan dan pendayagunaan barang atau jasa yang dipunyai faksi yang lain.

Pemberi waralaba disebutkan dengan franchisor dan penerimanya disebutkan franchisee. Bisnis waralaba umumnya dilaksanakan dengan transisi uang dengan kesepakatan untuk jalankan bisnis berkaitan dalam periode waktu tertentu.

Franchisor dan franchisee share merk yang serupa, tetapi tidak sama-sama berkaitan keduanya. Franchisee jual produk atau jasa sesuai ketetapan franchisor, dan franchisor repot mengambangkan bisnis waralabanya. Dengan begitu, bisnis ini sebagai kesempatan usaha yang cukup ringkas khususnya untuk Anda beberapa pelaku bisnis pemula.

Rupanya, bisnis ini juga mulai tumbuh di Indonesia lho hingga Anda tak perlu jauh cari kesempatan waralaba di luar negeri. Tetapi, mengawali bisnis yang newbie friendly ini tidak berarti anti tidak berhasil. Anda harus pelajari pengalaman tidak berhasil beberapa pelaku bisnis supaya tidak mengulang-ulang kekeliruan yang serupa.

Nach, Keuanganku akan menguraikan untuk Anda beberapa argumen dan penyebab gagalnya bisnis waralaba seperti berikut.

Sebutkan Berbagai Penyebab Kegagalan Seorang Franchisor

Franchisor
Apa itu Franchisor?

Sebutkan berbagai penyebab kegagalan seorang franchisor. Bisnis waralaba sendiri ialah sebuah investasi yang patut diperhitungkan. Meskipun ada resiko jika tidak ada yang tertarik untuk beli waralaba itu, tetapi sebagai seorang risk takers, seorang franchisor tetap mengambil langkah maju.

Tahap selanjutnya yakni membuat mekanisme waralabanya. Bikinlah sebuah proposal, bekerja bersama dengan tenaga pakar seperti akuntan, advokat, konselor keuangan, dan perancang bisnis waralaba.

Sebagai contoh, Anda langsung bisa mengontak perencana keuangan Keuanganku. Kenapa Keuanganku? Keuanganku sebagai perencana keuangan dengan tenaga kerja yang professional. Dengan begitu, Keuanganku selalu memberi bukti dan jalan keluar keuangan yang berguna untuk Anda.

Dengan begitu, Anda dapat mengirit tenaga dan waktu untuk membuat bisnis waralaba Anda sendiri. Gunakan jasa rencana keuangan Keuanganku saat ini dengan mengontak contact kami.

Tetapi, banyak pelaku bisnis yang tidak berhasil dalam bisnis yang ini karena mempunyai pemahaman salah atau salah mengenainya. Pemahaman ini bisa disaksikan dari faksi franchisor atau franchisee.

Berikut beberapa pemicu penyebab kegagalan seorang franchisor karena pemahaman salah beberapa franchisor. Yok kenali beberapa pemahaman salah itu supaya Anda tidak berpedoman pemahaman yang serupa.

Jual Waralaba dengan Harga Tinggi

Banyak pelaku bisnis yang inginkan keuntungan dalam periode waktu pendek, hingga sering banyak juga yang ingin jual waralabanya pada harga yang tidak logis. Pemahaman ini sudah pasti salah karena Anda lupa mengestimasikan kekuatan keuangan awalnya beberapa pelaku bisnis pemula.

Dengan memutuskan franchise fee yang setingginya akan berpengaruh pada tingginya nilai investasi awalnya sebuah bisnis yang dijamin oleh franchisee, hingga bisa berpengaruh pada mundurnya waktu kembali modal franchisee. Ini tentu saja akan kurangi ketertarikan beberapa franchisee akan bisnis Anda, khususnya jika bisnis Anda mempunyai kompetitor pada harga yang lebih dapat dijangkau.

Resiko ke-2 ialah jika masih tetap ada pelaku bisnis yang beli bisnis waralaba Anda, tetapi tidak berhasil balik modal. Ini pasti mempunyai potensi menyebabkan usainya periode kerja-sama franchise. Biasanya, pemahaman salah nomor satu ini terjadi karena rasa serakah franchisor yang tidak berhasil disaring. Mereka cuma memprioritaskan keuntungan tanpa pahami jika bisnis waralaba sebagai bisnis yang memiliki sifat win-win solution.

Anda perlu pikirkan kesempatan keberhasilan franchisee, yang pada akhirannya akan memberi dampak positif di mana akan makin bertambah orang yang mengenali bisnis punya franchisor ini. Ringkasannya, tidak boleh adopsi pemahaman ini, tetapi gunakanlah franchise fee yang patut, hingga dapat menguntungkan untuk kedua pihak.

Mewaralabakan Usaha yang Sedang Turun

Pemahaman ke-2 sebagai asumsi jika mewaralabakan usaha yang turun dapat selamatkan bisnis dan membenahi keadaannya kembali. Sayang pemahaman ini sebuah pemahaman yang salah, karena bisnis itu biasanya justru makin turun dan lebih buruk keadaannya. Kenapa?

Hal itu karena kesusahan franchisor dalam membuat bisnis yang bagus, ditambah sesudah menyaksikan trend pemasaran pada produk atau jasa yang dijajakan sedang kurang disukai. Jalan keluarnya ialah seharusnya Anda lakukan pengembangan lebih dulu untuk membenahi bisnis itu. Bila bisnis sukses diperbarui, baru bisa dijajakan ke franchisee.

Mewaralabakan Bisnis yang Baru Dibuka

“Wah, bisnis saya barusan dibuka, tentu banyak yang berminat untuk mencoba. Kenapa tidak langsung mewaralabakannya?”

Apa Anda pun berpikiran begitu? Memang benar suatu hal yang baru itu banyak disukai orang, khususnya di Indonesia. Warga biasanya berminat untuk coba suatu hal yang baru karena kejenuhan atau kebosanan akan produk yang telah terbiasa.

Tetapi satu perihal yang Anda lupakan ialah bisnis yang diwaralabakan harus juga telah bisa dibuktikan sukses dan disukai warga secara repetitif. Maknanya, konsumen setia tidak cuma sekali beli, tetapi jadi berlangganan dan akan beli berkali-kali.

Mewaralabakan bisnis yang baru dibuka supaya cepat berkembang sebagai pemahaman yang keliru. Malah Anda harus memberi waktu untuk bisnis supaya bisa menyesuaikan lebih dulu pada pasar. Maka dari itu, tidak boleh ceroboh dalam tawarkan waralaba bisnis Anda.

Mulai secara perlahan-lahan hingga bisnis menjadi konstan lebih dulu. Setelah proses pengkajian dan penggalian bisnis berjalan mulus, baru Anda dapat mewaralabakan bisnis dengan wacana yang lebih mendalam dalam menuntun franchisee.

Sebutkan Berbagai Penyebab Kegagalan Seorang Franchisee

Franchisee
Apa itu Franchisee?

Selainnya sebagai franchisor, Anda dapat menjadi franchisee dalam bisnis waralaba. Cara awalannya dengan cari sebuah bisnis waralaba yang menurut Anda patut diperkembangkan. Bila Anda telah mendapati bisnis waralaba yang sama sesuai, karena itu cara setelah itu tanda-tangani kesepakatan waralaba.

Tapi rupanya hal ini bukanlah jadi agunan bisnis waralaba sebagai cara tentu ke arah sukses. Baik sebagai franchisor dan franchisee, diperlukan loyalitas, pemahaman dan kerja-sama yang sama-sama memberikan keuntungan hingga bisnis dapat jalan secara lancar.

Ingat jika pengalaman itu mahal harga, Keuanganku akan menguraikan juga beberapa penyebab gagalnya bisnis ini dari faksi franchisee. Silahkan baca dulu beberapa penyebab gagalnya bisnis waralaba yang disebut pengalaman beberapa pelaku bisnis sebelumnya. Dengan begitu Anda dapat menghindar beberapa hal berikut saat menjalankan bisnis waralaba.

Pilih Bisnis Waralaba dengan Franchise Fee atau Royalti Tinggi

Seperti sudah diterangkan awalnya, franchise fee atau royalty bisa menjadi modal awalnya franchisee dalam mengawali bisnis. Bila modal atau investasi awalannya terlampau besar, karena itu terang jika ini akan berpengaruh pada mundurnya waktu kembali modal franchisee.

Tidak yakin? Yok saksikan contoh berikut ini: Bapak A ingin beli waralaba McDonald’s, dengan besaran royalti waralaba sekitaran Rp500 juta (US$45.000) untuk hak waralaba sepanjang 20 tahun. Ongkos ini belum terhitung ongkos sewa atau membeli lokasi. Ke-2 ialah Anda harus juga menyerahkan franchise tiap tahunnya, yang besarnya ialah 12,5% omsetnya ke faksi franchisor.

kadang minta ongkos tambahan tertentu. Misalkan saja, Burger King minta tambahan 4,5% bila biaya waralabanya capai Rp450 juta, sama dengan Dunkin’ Donuts yang minta tambahan 5,9% untuk franchise fee di range Rp360 juta – Rp720 juta bergantung lokasinya.

Diestimasikan beli waralaba McDonald’s memerlukan investasi awalnya sebesar Rp5 miliar. Janganlah lupa, semuanya belum terhitung ongkos operasional seperti upah pegawai, uang makan dan pajak. Harus diingat jika Break Even Poin (BEP) = Modal awalnya : Keuntungan. Hingga makin besar modal awalannya, makin lama titik ini dapat terwujud.

Pilih Bisnis Waralaba dengan Kesepakatan Bahan Baku yang Mahal

Beberapa bisnis waralaba menggenggam tegar ide waralaba, yaitu: memungkinkannya ada stabilitas dalam kualitas produk dan jasa untuk customer, tidak perduli darimanakah mereka membeli. Siapakah yang mempunyai usahanya atau siapa pengurusnya bukan poin utama untuk customer, tapi produk dan jasanyalah yang punya pengaruh untuk konsumen pengalaman.

Untuk jaga konsumen pengalaman ini, seringkali franchisor mengikat franchisee supaya selalu beli bahan baku cuma darinya DAN sayang umumnya harga semakin tinggi daripada harga pasar. Sebetulnya bila hanya untuk jaga konsumen pengalaman, ini dapat diterima, sepanjang harga yang diputuskan tidak begitu tinggi.

Sayang, beberapa franchisor waralaba makanan cepat sajian menetapkan harga sampai 5-10% semakin tinggi dari harga pasar untuk beberapa produk yang umum (seperti sayur, atau bahan baku fundamental yang lain) dengan arah mendapat keuntungan. Nach, hal beginilah yang penting Anda dalami lebih dalam dan jauhi saat tertarik beli sebuah bisnis waralaba.

Minimnya Akses dalam Permodalan yang Baik

Seperti bisnis secara umum, Anda perlu menyiapkan lokasi, perlengkapan, dan inventory untuk mengawali bisnis waralaba (franchise). Lantas di mana ketidaksamaan bisnis sendiri dan bisnis waralaba? Dalam bisnis waralaba, biasanya Anda pun perlu bayar franchise fee dan royalty and advertensi fee sebagai alternatif dari ongkos pelatihan, proses, dan marketing yang telah dipersiapkan oleh franchisor (penyuplai waralaba).

Dengan begitu, diperlukan dana yang cukup banyak untuk mengawali sebuah bisnis waralaba. Nach yang penting dipikir ialah bagaimana supaya Anda dapat mendapat akses permodalan yang bagus?

Beberapa franchisor (penyuplai waralaba) biasanya menolong franchisee (yang menerima waralaba) dalam soal permodalan dengan bekerja bersama dengan agen pinjaman uang untuk menolong franchisee mendapat dana untuk mengawali bisnis waralaba.

Seringkali mereka yang sediakan alternative pendanaan, misalkan dengan mekanisme angsuran. Cari bisnis waralaba dengan akses permodalan yang bagus hingga Anda meminimasi peluang tidak berhasil.

Maksimasi Bisnis dengan Jumlahnya Lokasi

Beberapa franchisor akan terima untung semakin banyak saat makin bertambah juga franchisee yang beli bisnis waralabanya ini. Perihal ini pula yang kadang didiamkan terlepas kontrol, hingga seringkali sama-sama franchisee cuma tertaut jarak yang paling kecil.

Lokasi yang bersisihan itu menyebabkan omset seorang franchisee turun, karena terang warga selalu pilih lokasi paling dekat bila tersangkut bisnis waralaba dengan kualitas yang serupa di setiap lokasi.

Dengan begitu, juga penting selalu untuk menyaksikan apa telah banyak bisnis waralaba yang serupa di lokasi bisnis Anda. Cari lokasi yang belum disanggupi kompetitor, tetapi memang penuh oleh pengunjung yang berakhir lalang.

Terbatasinya Kreasi

Kerap kali sebuah bisnis tidak berhasil karena produk atau jasa yang dibuat tidak sesuai keperluan dan keinginan warga. Dalam kata lain, perusahaan tidak berhasil memberikan keyakinan calon customernya untuk beli produk atau jasanya.

Sebagai contoh, bisnis waralaba mengharuskan Anda jual produk yang telah tercatat dalam kontraknya, hingga Anda tidak dapat mengganti atau meningkatkan produk atau jasa yang hendak dipasarkan.

Kewajiban keseragaman ini kadang dapat membuat seorang franchisee frustasi dan tidak berhasil meningkatkan usahanya jadi lebih besar kembali.

Jadilah Franchisor atau Franchisee Sukses, Terapkan Panduan Berikut!

Beberapa penyebab gagalnya bisnis waralaba ini akan membantu Anda untuk mengawali bisnis secara baik. Pokoknya, semua bisnis, terhitung bisnis waralaba akan mempunyai potensi sukses bila Anda selalu cermat dalam semua aspeknya, dimulai dari:

Lokasinya Persyaratan dan Ketetapannya Mekanisme dan Produknya Kesempatan Suksesnya Harga, dan ada banyak kembali

Jauhi pemicu ketidakberhasilan dan Anda dapat menjadi pelaku bisnis waralaba yang sukses! Apa Anda mempunyai pertanyaan berkenaan penyebab gagalnya bisnis waralaba yang lain? Meninggalkan komentar Anda di bawah.

Bila ada pertanyaan, silahkan pertanyakan Anda pada kolom berikut ini. Perencana Keuangan kami sudah siap menolong Anda, terima kasih.

Bagikan:

Leave a Comment