Serat Wedhatama Iku Yasan Pujangga Agung

Serat Wedhatama Iku Yasan Pujangga Agung – Serat Wulangre (bahasa Jawa: ꧋거ꦬꦫ꧀ꦮꦦꦭꦬꦫꦦꦃ꧉) Sri Sohonan Pakubwana IV, Raja Surakarta, lahir pada bulan September 1818, lahir pada tanggal 19 September 1818. , 1820 .

Kata Wulang identik dengan kata Pitutur yang berarti mengajar. Kata Reh berasal dari bahasa Jawa kuno yang berarti cara, prinsip dan cara mencapai atau menuntut alam. Wulong Rah dapat diartikan sebagai belajar untuk mencapai sesuatu. Pekerjaan ini mengacu pada pelatihan untuk kehidupan yang baik atau sempurna. Untuk lebih jelasnya berikut puisi dengan arti kata tersebut :

Serat Wedhatama Iku Yasan Pujangga Agung

Artinya ilmu itu bisa dipahami/keahlian harus dengan cara, cara mendapatkannya adalah uang, ini uang berusaha untuk memperkuat karakter, budi pekerti (karakter) yang kuat dalam sifat kekasaran itu sendiri.

Sudut Pandang Kutipan Cerpen Tersebut Adalah

Berdasarkan makna lagu tersebut, sikap adalah langkah atau sarana untuk mencapai akhlak mulia, bukan ilmu dalam arti ilmiah, seperti yang sering kita jumpai saat ini. Lembaga pendidikan lebih menitik beratkan pada pengajaran ilmu pengetahuan dan mengesampingkan pelajaran moral dan etika.

Salah satu ciri karya ini adalah tidak menggunakan bahasa Jawa yang sangat kuno sehingga lebih mudah dipahami pembaca.

Namun demikian, ada hal yang perlu diperhatikan, karena karya ini merupakan sinkretisme Islamo-Qiavian, atau bukan kajian Islam murni, sehingga dapat melahirkan opini yang berbeda bagi pembaca yang berbeda akhlaknya.

Dilihat dari bentuk tulisannya, Wulong Rah dapat ditemukan dalam disertasi, tesis, tesis, term paper bahkan di dunia maya. Tulisan-tulisan tentang Wulang Rah biasanya mendalami isi atau makna yang mengarah pada interpretasi terhadap isi Wulang Rah, seperti nilai-nilai luhur, akhlak dan budi pekerti (disebut etika), nilai-nilai religius, kepemimpinan. Saya sesuai dengan ajaran. .

Isi Serat Wulangreh Pupuh Dhandhanggula & Arti Bahasa Indonesia

Teliti aspek kepemimpinan dalam Serat Walang Rah. Kesimpulannya: pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki kemalasan, lemur, kedewasaan dini, engru pasanakin, neomar gomel, keterampilan penyergapan, adigun, adigun dan adiguna. Sebaliknya, seorang pemimpin harus jujur, tidak bergantung pada pemberian orang lain, rajin beribadah, dan rajin melayani masyarakat.

Serat wedhatama pangkur, buku serat wedhatama, serat wedhatama pupuh gambuh, serat wedhatama dan artinya, serat wedhatama pupuh sinom, serat wedhatama pupuh pocung, serat wedhatama pupuh kinanthi, serat wedhatama mp3, contoh serat wedhatama, serat wedhatama pupuh pangkur, serat wedhatama, tembang pangkur serat wedhatama

Bagikan:

Leave a Comment